Bikin Kamus Anak Kecil

boy standing near bookshelf

Anak sering tantrum meminta sesuatu kepada orang tuanya. Terutama ketika orang tua tidak tahu apa yang sebenarnya sedang diinginkan oleh anaknya. Hal ini biasanya terkendala dengan pelafalan kata yang belum terlalu jelas, apalagi jika orang tua tidak sering mendengar kata itu. Benar-benar tidak ada clue dengan kata yang diucapkan anaknya.

Saya pernah mengalaminya. Dia meminta saya untuk membeli mainan bernama “topen”. Saya pun mencoba mencari bantuan dari teman-teman Threads namun tetap saja tidak ada jawaban.

View on Threads

Padahal setiap harinya saya hampir bersama dengannya. Apa yang dia ucapkan pasti ada clue yang bisa mengarahkan saya menemukan kata yang dia ucapkan.

TEPEWANGKI

Sampai pada hari di mana dia meminta tontonan di YouTube, ia menyebutkan “tepewangki”. Tidak ada asap jika tidak ada api, dia tahu kata itu pasti karena sudah pernah mendengarnya. Saya bergegas membuka history tontonan YouTube, dan scroll terus sampai menemukan sebuah video yang di dalamnya ada kata yang dia maksud; SPRANGKI! (teks asli: sprungki)

Dari sini saya sadar bahwa pengucapannya itu perlu dibuat kamus kecil. Kurang lebih begini:

  • S = T
  • R = eW, kadang dihilangkan contohnya Berjalan menjadi Bejawan
  • L = W
  • K = T (walau kadang di beberapa pengucapan sudah jelas berbunyi K)
  • NG = N (walaupun cuma di beberapa kata saja)

Ketemu, S(e)PRANGKI = TEPEWANGKI.

TOPEN jika diterjemahkan akan menjadi beberapa kemungkinan; SOPEN, KOPEN atau bahkan TOPENG. Ketiganya yang paling mungkin adalah TOPENG. Namun malam itu ketika kami tawari untuk membeli topeng dia tidak mau. Dia tetap ingin membeli benda bernama “TOPEN” itu.

Ruang Bawah Tanah

Dan kamus anak kecil ini tidak terbatas pada substitusi huruf. Sebagai orang tua perlu mendefinisikan tempat-tempat yang pernah dikunjungi bersama si kecil.

Saya dan istri pernah kebingungan, malam itu kami dalam perjalanan pulang dari membeli obat flu untuk si kecil karena sudah seminggu tak kunjung reda. Kami mampir sejenak di toserba untuk membeli roti lalu melanjutkan perjalanan pulang.

Karena sudah sering melewati jalan itu, dia teringat dengan nama satu tempat:

“Bapak, aku ingin ke ruang bawah tanah“

Saya berhenti sejenak, lalu berpikir di mana saya bisa menemukan ruang bawah tanah di sekitar toserba. Di kota kami hanya ada satu ruang bawah tanah, yaitu Golaga – Goa Lawa Purbalingga.

Photo Credit: ticmpu.id

Selengkapnya tentang Golaga: Obyek Wisata Alam Goa Lawa

Padahal, kami belum pernah mengajaknya ke sana. Saya pun coba mencari clue,

“Ruang bawah tanah yang seperti apa?“

“Yang ada eskrim dan taman bermainnya”

Dari situ saya baru paham. Tempat yang ada “ruang bawah tanahnya,” ada eskrim, dan ada playground dan pernah kami kunjungi adalah Eka Surya Plaza. Sesampainya di sana, kami pun memastikannya. Dan ternyata benar, itu adalah tempat yang ia inginkan.

Kalau sampai tidak ketemu, mungkin kami akan pusing seperti kasus “topen” sebelumnya, sampai rumah tantrum dan akan ditagih lagi keesokan harinya.

Saya dan istri berusaha untuk memahami keinginan anak terlebih dahulu sebelum memenuhinya. Jika memungkinkan, kami akan menjelaskannya terlebih dahulu bahwa keinginannya itu membahayakan atau tidak. Memberikan beberapa akibat yang nantinya akan timbul dan memberikan alternatif lain jika ada dan bisa kami penuhi.

Dengan adanya kamus anak kecil ini, kita bisa lebih memahami anak-anak. Membangun komunikasi yang baik sejak dini adalah investasi jangka panjang agar ketika besar nanti dia tidak mencari tempat curhat di luar rumah.

Kalau kamu, apakah pernahkah gagal memahami apa yang diinginkan si kecil?